SELAMAT DATANG PARA PENGUNJUNG YANG TERHORMAT ATAS KUNJUNGAN ANDA DI BLOGGER INI

Dapatkan Sebuah Ide Terbaru dan Terdepan Sepanjang Masa di Blogger ini, dengan Sebuah Ide Perubahan dan Penerapan Yang Rasional.



Diantara Keinginan dan Harapan Kita

Waktu yang berjalan seperti dentang bel yang kadang menghentak kita dalam kesunyian, ribuan rencana dan ribuan harapan memacu kita untuk terus mengejar harapan tersebut, detik demi detik, hari demi hari kita merasa tiada suatu harapan yang dapat kita capai. Pernahkah kita bertanya sampai kapan itu akan memuaskan kita, tiadanya rasa bersyukur yang menghujam hati kita dan tiadanya manajemen terhadap harapan tersebut yang menyebabkan tiada pernah puas terhadap yang kita capai padahal dalam hidup ini ada 3 hal yang akan membuat kita damai dan tenang baik dunia dan akhirat.
Pertama adalah Ilmu Yang Bermanfaat, yaitu suatu ilmu yang bagi kita pribadi dapat mencapai harapan dengan jalan yang baik atau benar dan bagi orang lain dapat memberikan manfaat bagi sekeliling kita yang langsung ataupun tidak langsung. Apa cerdasnya bagi anda yang sekolah tinggi ataupun meraih gelar Insiyur,Master,Doktor dan Profesor ketika menjalankan rencana mencapai harapan,tidak melakukan sesuatu sesuai dengan aturan ilmu yang dimilikinya. Apa benarnya bagi sebuah kelompok ataupun golongan merasa dirinya melakukan pembaharuan tapi dalam kenyataan tidak melakukan perencanaan dan pembaharuan seperti yang direncanakan, bagaimana mungkin sesuatu dapat di capai jika tidak melakukan perencanaan,dan mau mendengar orang lain dan merasa orang lain tidak lebih baik dari dirinya.
Kedua adalah Anak Yang Sholeh, yaitu seorang yang memiliki akhlak yang baik terhadap anda sebagai orang tua dan akhlak yang baik terhadap masyarakat. Kehidupan yang terus berjalan dan penuhnya tuntutan baik harta dan moral kadang membuat kita bimbang untuk mengambil keputusan yang terbaik untuk kita, baik itu secara pribadi dan baik untuk sekeliling kita,mengapa itu semua harus kita lakukan karena dalam kehidupan ini semua keputusan akan mengikat kita secara pribadi ketika kita hidup di alam fana ini dan akan mengikat kita dalam alam akhirat. Dan yang lebih penting dari itu suatu keputusan yang kita buat akan berakibat kepada penerus kita atau keturunan kita, dalam pepatah di sebutkan “ Suatu pohon yang baik di dapat dari pupuk dan pemeliharaan yang baik “ itu semua adalah Hukum Tuhan dan Hukum Alam yang berlaku setiap waktu dan setiap zaman. Seringkali kita melihat di sekeliling kita dan kita merasakan sendiri bahwa suatu kehidupan sangat berat, tapi mungkin dengan sedikit berpikir kita akan dapat mengatasi dengan lebih baik dan tidak melakukan kesalahan yang besar yang berakibat bagi keturunan kita di masa depan karena kehidupan ini akan memetik akibat dari setiap kesalahan manajemen yang kita buat saat ini.
Ketiga adalah Amal Jariah yaitu kerelaan harta kita yang terbaik untuk diberikan kepada saudara – saudara kita, bukan yang kita sisihkan karena tidak bersedia menggunakan kembali ataupun yang paling kecil nilainya.Mungkinkah suatu yang terbaik apapun itu namannya apakah itu sorga, apakah itu jabatan, apapun juga yang terbaik seharusnya dengan nilai dan usahan yang terbaik dan kerelaan hati dalam melakukannya sehingga hasil yang kita capai adalah yang terbaik. Kesadaran untuk melakukan yang terbaik dan kesungguhan hati tersebut yang akan meyebebabkan kita akan tetap menghargai orang lain dan orang lain menghargai kita sebagaimana mestinya suatu pebuatan yang baik mendapat pahala dari perbuatan kita.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Perlukah Sejuta Bayi Mengugat Kita

Kita ucapkan syukur kehadiran Illahi, yang menganugerahkan kepada kita perasaan cinta kasih dan memberi kesempatan untuk membimbing putra – putri kita hingga mereka dewasa. Jutaan harapan & bimbingan selalu kita berikan kepada mereka agar menjadi anak yang sholeh / baik dan berbakti ketika kita di masa tua nanti, tapi pernahkan kita merenungkan kembali kenapa kita merencanakan dan menjalankan rencana tersebut, pernahkah kita memperhatikan sekeliling kita dan merasa kita bagian dari lingkungan.
Bayi yang lahir adalah suci dan kitalah yang membimbing mereka sehingga mereka menemukan kepribadian mereka yang sebenarnya. Kesucian tersebut seharusnya kita yang membimbing sesuai harapan kita sebagai orang tua, hal tersebut memang berat tapi itu memang kewajiban kita. Perasaan ingin di puji adalah suatu hal yang sangat wajar, begitu juga dengan penghormatan tapi perlukan kita mengorbankan segalanya yang kita cintai,
Untuk para pemuka agama pernahkah terbayang ketika kami besar nanti ada perasaan penghormatan terhadap sesama masih ada di sanubari kami, saat ini kami merasakan suasana kebencian yang mendalam di dada setiap insan, perasaan lebih cerdas diantara insan dan perasaan – perasaan yang membuat kami si kecil membisu seribu bahasa. Dalam sanubari kami yang ada, hanya permohonan Tuhan berikan rahmat dan hidayah kepada kami, yang suci ini dan berikan petunjukmu kepada pemuka agama kami.
Untuk para ibu pernahkan di hati nurani, apa yang kalian inginkan saat ini dengan pengakuan terhadap kemampuan dan pujian, mengorbankan tugas mulia kalian sebagai ibu yang penuh kasih sayang dan kelembutan yang telah di anugerahkan Illahi. Keinginan untuk maju dan berkarir adalah hal yang kami kagumi dan selalu kami doakan dalam kolbu kami, yang tidak mengerti apa – apa ini membutuhkan kasih sayang dan contoh yang penuh bimbingan,
relakah ibu? kami mencontoh yang ada di televisi , media massa, lingkungan
relakah ibu? mengorbankan kami dengan pendidikan akhlak / agama 2 – 3 jam dalam 1 hari dan kami melihat tidak kebenaran lebih dari 3 jam.
Relakah ibu ? kami sulit membedakan mana yang sopan dan tidak sopan ketika di seluruh hidup kami, tidak ada yang mengerti perbedaan mana aurat dan bukan, baik di televisi, koran, saudara kami, dan lingkungan kami ?
Relakah ibu ? kami tidak mencapai seutuhnya sebagai manusia yang penuh kasih sayang, jika kami hanya diberikan materi yang tidak jelas dari mana asalnya.
Dalam hati kecil kami, kami sangat membutuhkan kasih sayang dan bimbingan karena kami selembar kertas yang putih dan kami selalu berdoa semoga kami di besarkan dengan hati nurani seorang ibu yang penuh kasih sayang anugerah illahi hingga kami nyaman dalam dekapanmu. Dalam kitab suci di nyatakan bahwa wanita adalah tiang negara, sungguh mulia kedudukanmu ibu, tapi kami mohon bimbinglah kami dengan kasih sayangmu.
Untuk para Bapak kami, pernahkan terlintas di pikiran kalian bahwa kami membutuhkan panutan sampai kami dewasa nanti, perjuangan kalian sebagai kepala rumah tangga memang berat dan penuh tanggung jawab sehingga bolehkah kami bertanya dengan keluguan kami
Pernahkan ibu kami ? di bimbing Bapak dengan perasaan Kasih sayang dan merasa ibu sebagai bagian dari jiwa kalian sehingga kami dapat menjadikan kalian sebagai panutan ?
Pernahkah tersirat dalam pikiran kalian ? bahwa kami membutuhkan kasih sayang dan bimbingan dalam langkah – langkah yang kami ingin capai, di karenakan kami hanyalah si kecil yang tertatih dalam setiap langkah – langkah hidup

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Mencari Pemimpin Yang Berpikiran 50-100 Tahun ke Depan

Ketika anda membaca ini, anda akan merasa tulisan saya, sangat berlebihan karena terlampau lama untuk di capai. Tulisan ini saya tuangkan karena jika suatu keluarga telah kita pikirkan 30 tahun ke depan / putra – putri kita akan menjadi yang kita inginkan, apakah seorang pemimpin tidak wajar untuk harus mampu berpikir 50 tahun ke depan dan jika Dia sama dengan kita, untuk apa ? dia memimpin kita. Persyaratan menjadi seorang pemimpin negeri, ialah :
1. Melaksanakan agamanya dengan baik dan menjalankan sesuai dengan tuntunan agama, karena di seluruh agama selalu diajarkan prinsip kemanusian dan moral yang jika di jalankan dia akan mampu memimpin dirinya dan masyarakat yang di pimpinnya.
2. Mampu berpikir ke depan atau masa mendatang yang melebihi kemampuan kita, sebagai orang yang di pimpin, jika kita hanya mampu berpikir 1 tahun, Dia harus lebih dari kita sehingga dia dapat menuntun kita atau memberikan pedoman bagi kita.
3. Penyelesaian masalah dengan bertahap, yang dapat dan mampu kita jalankan dengan tidak lupa memberi penjelasan kepada kita kenapa keputusan tersebut diambil dan di jalankan.
4. Menyelesaikan masalah berdasarkan data / keadaaan yang sebenarnya di masyarakat dan mendasarkan pada teori yang di pakai seluruh dunia, sehingga keputusan tersebut dapat kita jalankan.
5. Mampu menyelesaikan masalah dalam kondisi apapun, sebuah masalah memang perlu penyelesaian yang berbeda – beda tapi menurut ajaran lama bahwa setidak – tidaknya kedua belah pihak merasa ikut bersemangat untuk menyelesaikan masalah tersebut.
6. Mau mendengar dan mencoba memahami orang yang di ajak bicara tanpa memandang siapa yang bicara, tapi melihat maksud / makna yang di bicarakan sehingga jika seorang bayi pun, dia harus mampu menunjukan bahasa kasih sayang.
7. Setidak – tidaknya menguasai sejarah negeri ini dan sejarah negara lain, dikarenakan jika tidak, bagaimana seorang pemimpin akan memutuskan suatu permasalahan daerah jika dia sendiri, tidak mengetahui negeri ini.
8. Tidak sepenuhnya percaya pada laporan orang pandai, di karenakan setiap orang selalu mempunyai pendapat yang berbeda sehingga sering kali permasalahan tidak dapat di selesaikan, karena berbeda permasalahan yang dibicarakan dan di selesaikan tiap rapat.
9. Tidak hanya dapat mencapai cita – citanya sendiri tapi menjembatani dan menghubungkan mimpi / harapan orang yang di pimpinnya, kemampuan inilah yang membedakan antara kita dan Dia.

Suatu hal yang sangat sulit untuk menjadi pemimpin tapi bersyukurlah, anda telah di karuniakan kemampuan menjadi seorang pemimpin,banyak sekali saudara – saudara kita yang tidak di karuniakan kemampuan tersebut, sehingga jangankan untuk memimpin orang lain, memimpin diri sendiri saja dia tidak mampu.
Seluruh saudaraku, di seluruh pelosok negeri, tidak artinya jika kita mempunyai seorang pemimpin setengah dewapun jika kita tidak menyadari bahwa kita ikut dan harus menjalankan fungsi kita sebagai pribadi dan hal tersebut bukan untuk kepentingan siapapun tapi untuk kepentingan kita baik secara pribadi maupun masyarakat. Jika kita bermimpi / mempunyai harapan, banyak hal yang harus kita lakukan seperti :
1. Untuk saudaraku, yang mempunyai kemampuan dalam bidang agama, kehidupan abadi atau surga itu merupakan harapan / mimpi kami, tidakkah anda juga dapat memotivasi kami dengan Firman Tuhan yang memberi pedoman dalam kehidupan berkeluarga, berusaha dan bermasyarakat sehingga kami yang sedikit pengetahuan agama ini, mempunyai pedoman yang dapat kami jalankan sehari – hari.
2. Untuk saudaraku, yang cerdas dan pandai tidakkah ada waktu anda untuk menulis ataupun menerangkan kepada saudara – saudara kita bagaimana anda dapat mencapai kecerdasan tersebut sehingga saudara – saudara kita, baik itu di ngarai, di huma, dan pesisir pantai menjadi lebih baik kehidupannya.
3. Untuk saudaraku, yang mempunyai kekayaan yang berlebihan tidakkah tergerak hati anda untuk membantu saudara – saudara kita yang beralaskan bumi, beratapkan langit dalam menuntut ilmu di tepi – tepi ngarai, di pesisir pantai, di huma – huma dan ribuan lainnya menahan lapar, ini adalah nyata dan ada di depan kita. Tidak akan habis uang anda, karena begitu banyak uang yang ada punya.
4. Untuk saudaraku yang gemar korupsi, dalam hidup, kebutuhan adalah hal yang sangat wajar, tapi perlukah kita korbankan anak, cucu, cicit kita untuk keperluan kita saat ini. Hancurkanlah seluruh hutan, jika andapun nanti tinggal di luar angkasa anda perlu ingat bahwa angkasa bagian dari bumi, hancurkanlah seluruh tatanan ekonomi dengan korupsi, jika andapun mempunyai keturunan tidak akan mungkin keturunan anda akan bersikap baik, perlu anda ingat sebuah pohon yang baik di dapat dari pupuk dan perawatan yang baik, hidup adalah sebuah pilihan antara kebaikan dan kejahatan, tapi perlukan kita menuai badai di masa tua kita.
5. Untuk saudaraku yang muda dan enerjik, dalam kehidupan sebuah harapan untuk mencapai harapan / mimpi dalam waktu yang singkat dan berhasil adalah suatu hal yang sangat wajar tapi pernahkan kita telah menambah kemampuan setiap saat dan berusaha memberikan yang terbaik bagi pekerjaan kita.
6. Untuk saudaraku yang menjelang remaja perlu anda ingat bahwa banyak hal yang harus anda lakukan pada saat ini, yaitu disiplin, mempunyai mimpi / cita – cita, berusaha kerja keras dalam belajar, di karenakan mana mungkin jika anda menjadi yang anda inginkan, jika anda sendiri tidak berusaha, dalam seluruh pekerjaan mensyarakatkan nilai yang terbaik untuk di terima dalam pekerjaan. Sikap yang baik, perlu anda biasakan karena itu adalah penilaian dalam pekerjaan dan sangat sulit untuk merubah kebiasaaan yang sudah lama kita lakukan, jika pun kita dapat merubahnya hanya sebagian kecil kebiasaan yang dapat kita rubah.
7. Untuk saudaraku yang belum beruntung dalam pekerjaan / tidak bekerja, jangan berhenti berusaha, ada tiga hal pokok yang harus anda lakukan saat ini yaitu : pertama tidak berhenti berusaha dengan bersedia melakukan pekerjaan apapun yang baik, sebagai wujud tanggung jawab anda dan terus mencari informasi untuk yang lebih baik, kedua menambah kemampuan dengan mempelajari dan menjalankan suatu pekerjaan dengan baik sehingga hal tersebut berguna di masa depan, ketiga di manapun yang namanya manusia dan namanya bawahan tidak mungkin tidak di marah oleh atasan, baik itu direktur di marahi oleh pemilik, manager di marahi oleh direktur dan seterusnya, manusia yang gentleman / hebat adalah manusia yang menerima kesalahan dan mampu memperbaiki kesalahan tersebut karena kesalahan tersebut adalah kekuatan yang luar biasa untuk maju dan lebih dewasa.
8. Untuk saudaraku di seluruh pelosok negeri baik itu di huma, di ngarai, di pesisir pantai, di lereng – lereng gunung dan yang merasa kurang beruntung dalam hidup, perlu kembali anda pikirkan kembali apakah yang kita lakukan sesuai dengan harapan kita, di karenakan suatu hal yang tidak mungkin Tuhan memberi rezeki, jika kita tidak berusaha dan juga tidak mungkin Tuhan memberi rezeki yang banyak jika kita tidak pernah menambah kemampuan baik itu dalam waktu bekerja, kemampuan pribadi, dan merasa lebih pintar dari seorang boss ataupun orang lain.
Keresahan akan kehidupan, kesulitan persoalan adalah hal yang wajar dalam hidup, tinggal bagaimana kita membuat perbandingan kebaikan dan keburukan dalam mengambil keputusan kemudian mengadakan perbandingan terhadap keputusan tersebut. Ada banyak cara yang dapat menyelesaikan permasalahan dengan melihat, mendengar, mempelajari, memahami , merencanakan, menjalankan dan menghasilkan itu adalah kunci keberhasilan yang memang harus di jalankan dengan tekun dan setiap saat.
Saudaraku marilah kita merubah keadaan saat ini, dengan Revolusi Pemikiran di karenakan kondisi saat ini tidak akan berubah jika tidak ada kesadaran akan diri pribadi dan kesadaran untuk mampu memahami orang lain, seiring matahari dan rembulan mari kita panjatkan doa dan berusaha sampai titik darah penghabisan untuk membangun kembali jiwa dan raga kita untuk masa depan yang lebih baik ( LY / CiDRes )

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS